kekasihku,penyiksaku

Jika memedihkan, pasti itu bukan cinta.

Cinta adalah kekuatan yang membangun, sehingga jika ada rasa sakit dalam penyesuaian dua jiwa yang tadinya sendiri dan mandiri, itu adalah rasa yang menjanjikan kebersamaan yang lebih indah.
Sehingga jika kepedihan itu bukan untuk menjadikan kebersamaan Anda lebih bernilai, pasti itu bukan cinta.

Kasih sayang tidak pernah menyiksa.
Tetapi cara-cara yang salah dalam mengasihi, adalah sumber dari penyiksaan terbesar dalam keluarga.
Apakah yang akan dilakukan oleh anak Anda yang berusia 11 bulan, jika Anda berikan kepadanya anak ayam yang baru menetas?
Dia akan memegang anak ayam itu dengan sangat erat
karena kegembiraan dan ketakutan akan kehilangan mainan barunya.
Dan eratnya genggaman sang bayi akan menyiksa dan
akhirnya mematikan anak ayam yang disayanginya itu.

Maka,

Janganlah kekhawatiran Anda tentang yang Anda sayangi, menyiksa yang Anda sayangi.

Bagaimana dengan pasangan yang berkhianat?
Pasangan yang tidak setia, berkhianat, atau penuh tipuan – bukanlah penyiksa, dia adalah orang tidak baik yang kebetulan kita sayangi.
Sehingga sebetulnya kita telah salah memilih orang untuk disayangi.
Itu sebabnya, pilihlah calon pasangan Anda dengan sangat teliti, dan sandarkanlah semua penilaian Anda kepada kebaikan dan permohonan bagi kehidupan yang mulia dari Tuhan Yang Maha Pengasih.
Jika penyiksaan itu terjadi dalam kebersamaan Anda, bekerja-keraslah untuk menjadikan diri Anda kekasih yang tidak pantas diperlakukan dengan tidak hormat.
Ingatlah bahwa pada akhirnya setiap jiwa hanya bertanggung-jawab bagi dirinya sendiri, dan bahwa Anda memiliki hak yang sama dengan siapa pun – untuk berbahagia.
Orang yang bisa mengkhianati istrinya atau suaminya, memiliki kemampuan untuk mengkhianati siapa pun.
Maka berhati-hatilah dalam pergaulan dengan orang-orang yang tidak menghormati dan menyayangi pasangan hidupnya.
Jangan menyiksa pasangan Anda dengan tayangan ulang kesalahan masa lalunya.
Kita semua menjadi pribadi yang lebih baik hari ini, karena pelajaran yang kita unduh dari masa lalu kita.
Janganlah menjadikan diri kita hanya sesuai untuk hidup di masa lalu pasangan kita,
dan membiarkan pribadi lain untuk menjadi pengganti (kita) yang lebih menarik,
karena dia lebih tertarik kepada kebesaran masa depan yang bisa dicapai oleh pasangan kita.
Bangunlah ketertarikan dan kesungguhan untuk membangun kebesaran masa depan Anda berdua.

Dan jika Anda harus marah, ingatlah ini.

Anda tidak akan dirugikan terlalu banyak oleh kemarahan Anda, tetapi Anda akan pasti sangat dirugikan oleh dampak dari kemarahan yang tidak Anda kendalikan.
Kemarahan adalah reaksi wajar yang bisa terjadi kepada kita, tetapi reaksi mental seperti itu tidaklah berbahaya bagi siapa pun, sampai Anda menggunakannya untuk bereaksi dengan cara yang merendahkan diri sendiri dan melukai orang lain.

Berhati-hatilah, karena:

bisa saja perlakuan kepada kita itu dirasakan benar oleh orang lain, karena kita memberikan cukup alasan bagi perlakuan seperti itu kepada diri kita;
atau bisa saja pengertian kita yang tidak tepat, sehingga apa pun reaksi kita – akan menjadi reaksi yang salah;
atau bukankah kita diharapkan bereaksi dengan cara-cara yang digunakan oleh pribadi anggun yang mapan pendapatnya mengenai dirinya sendiri?
Maka berhati-hatilah dalam bersikap, berbicara, dan bertindak dalam perasaan marah.
Anda tetap bisa merasa marah, dan berlaku sebagai pribadi yang anggun.
Bangunlah sebuah keluarga yang cantik, yang damai, yang penuh kegembiraan, dan yang penuh kesyukuran kepada Tuhan Yang Maha Memuliakan.

Ingatlah, bahwa

Tujuan dari semua keberhasilan
adalah pulang ke rumah dengan perasaan damai.
Apakah yang sebetulnya kita harap

untuk dicapai dengan upaya berkelanjutan dan tanpa letih
untuk menemukan kesalahan satu sama lain,
dan menggunakan semua muslihat untuk membuktikan
bahwa pasangan kita salah?

Apakah kita membutuhkan kemarahan
dan kebencian sebagai jalan untuk
mencapai kehidupan yang baik dan berbahagia?

Mengapakah kita tidak memilih
suasana yang damai,
pengertian yang menerima dan memaafkan,
ketulusan yang memesrakan,
dan kepolosan yang menggembirakan satu sama lain?

Mengapakah demikian penting bagi kita
untuk merasa benar
di atas kesalahan kekasih hati kita?

Jika kita saling mengasihi,
mengapakah kita mengupayakan
kepuasan dari penyiksaan hatinya?

Mengapakah kita tidak saling mengupayakan kegembiraan bagi satu sama lain?

Mengapakah kita tidak melihat bahwa kesedihan hati kekasih kita
adalah pencacatan kehidupan kita sendiri?
Mengapakah penting bagi kita untuk merasa menang dalam keluarga yang pasangannya terkalahkan dan terkecilkan?

Marilah kita lebih berkasih sayang.
Bahagiakanlah kekasih Anda,
karena itu adalah cara terdekat untuk membahagiakan diri Anda sendiri.

Indahkanlah kecintaan Anda kepada keluarga,
karena cara terdekat untuk memperbaiki rezeki
adalah meningkatkan kualitas kasih sayang dalam keluarga.

Berlakulah lebih damai,
lalu perhatikan apa yang terjadi.

………..

Bangunlah persahabatan dengan setiap jiwa di keluarga Anda.
Sebuah kebersamaan yang tidak dibangun di atas sebuah persahabatan, akan menjadi sebuah istana pasir yang menunggu air pasang naik.
Ingatlah bahwa,

Bukan tidak cukupnya kasih sayang,
yang membuat sebuah kebersamaan itu tidak membahagiakan,
tetapi tidak cukupnya persahabatan.

…………………………………………………………………

berlakulah benar

Tugas seorang pemimpin adalah membuat kita melakukan yang tidak dengan suka-rela kita kerjakan, agar kita mencapai yang kita butuhkan.

Kita membutuhkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan hidup.

Tetapi,
karena banyak dari kita yang cenderung menunda yang seharusnya didahulukan, tidak melakukan yang seharusnya dilakukan, dan sering bersikap tidak tegas mengenai yang seharusnya diabaikan,
kita justru bekerja keras menjauhkan diri kita sendiri dari kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan hidup.

Nah!

Di situlah dimulai kebutuhan kita untuk dipimpin.
Kita membutuhkan pribadi pemimpin,
yang jernih pikirannya dan yang bening hatinya, agar kita bisa ikhlas memperbaiki diri, karena pikatan dari keindahan kebaikan yang berpendar dari keberserahan sang pemimpin kepada yang benar,
yang utuh kejujurannya dan kuat kesetiaannya kepada pemastian kejujuran pada dirinya dan kepada semua yang berada dalam kepemimpinannya,
yang jelas mengenai yang benar, sehingga dia bisa bersikap tegas,
yang ikhlas menomor-akhirkan kepentingannya sendiri, agar dia bersegera dalam bertindak bagi kebaikan banyak orang,
yang bersaudara dan berkerabat hanya dengan jiwa-jiwa yang baik, agar dia tidak berhutang keburukan,
yang dengannya – dia bersih dari keharusan untuk membayar hutang keburukannya, agar dia bisa berlaku adil,
yang lurus jalan moralnya agar dia mudah berlaku benar,
karena tidak ada pemimpin yang cacat kebenarannya, yang akan mampu memimpinkan kebenaran.

Dan,

Jika seorang pemimpin telah mencacati kebenaran yang ada dalam dirinya,
hanya waktu yang memisahkan antara saat dia mulai tidak menghormati dirinya sendiri,
dengan saat hilangnya hormat dari mereka yang terkecil di antara yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin yang berlaku tidak jujur,
tidak perlu melakukan penistaan kepercayaan itu di tempat dan pergaulan yang rahasia,
karena Tuhan akan mengumumkan penistaan derajatnya sendiri itu dengan seluas-luasnya keterbukaan.

Dan jika Tuhan menurunkan derajat seseorang, tidak ada siasat dan muslihat yang akan menyelamatkannya.
Seperti juga dulu, saat Tuhan berkehendak meninggikan derajatnya karena permintaannya sendiri itu, tidak ada cara dan bencana yang bisa menghalangi pemuliaannya.

Maka, pertanyaan yang pasti akan ditanyakan oleh Tuhan kepada kita yang diberi amanat tetapi yang tidak berlaku amanah, adalah:
Apakah engkau tidak berpikir?
Mengapakah engkau tidak memantaskan kebesaran yang disematkan oleh Tuhan di dada mu itu, dengan kesucian dari pilihan-pilihan hatimu?
Apakah ketakutanmu akan kurangnya kekuasaan mu, yang menyemangati mu untuk mensahabati keburukan?
Apakah ada keburukan yang dapat melestarikan kebaikan yang diberkatkan kepada mu oleh Tuhan?
Mengapakah engkau kosongkan kepala mu dari kebenaran, dan kau hampakan hatimu dari kesucian?
Apakah engkau tidak belajar dari lapuknya kemegahan kerajaan dan kekaisaran masa lalu, bahwa engkau tidak akan mungkin berhasil membangun yang benar di atas yang salah?

Sana …,

Temukanlah sebilah cermin yang jujur, dan dengarkan apa nasehatnya.
Lihatlah dirimu sendiri dengan hati yang lebih ikhlas kepada kebaikan,
dan engkau akan segera melihat,
bahwa sinar kemegahan Tuhan yang dulu berpendar dari balik wajah mu,
sekarang sudah pulang kembali kepada Tuhan Yang Diseru Seluruh Alam,
karena ia jengah bergaul dengan kulit wajah mu yang kau tata untuk menyembunyikan rahasia-rahasia pergaulan mu.

Sekarang,
singkirkanlah kesombongan yang kau agulkan selama ini,
yang kau gunakan sebagai pemberi ijin bagi keputusan-keputusan buruk mu,
dan dengarkanlah ini dengan kepatuhan yang pantas bagi ketakutan mu yang akut hari ini,

bahwa,

Jika engkau terjatuh kedalam lubang, janganlah engkau menggali.
Jika engkau mengeluhkan dalamnya lubang di mana engkau sekarang berada, berhentilah menggali.
Dan, janganlah engkau berlaku seperti orang yang telah dipasang dinding di depan wajah mu.

Maka,

Berserahlah dengan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Pemaaf dan Maha Penyayang.
Berlakulah benar. Berlakulah benar. Berlakulah benar.
Akan datang keajaiban yang menyelamatkan mu, jika engkau benar.
Engkau, dari semua orang – engkau yang paling tahu, bahwa keajaiban juga yang telah memuliakan mu.
Dan bukankah keajaiban juga yang meruntuhkan semua rakitan tampilan palsu mu,
yang menjadikan mu tampil sebagai orang yang tidak pantas berlaku ketakutan,
tetapi yang sedang sangat ketakutan itu?
Jika masih ada sedikit kekuatan pada otot-otot bibir mu untuk menyebut nama Tuhan – maka sesuaikanlah sikap, pikiran, dan tindakan mu dengan yang diharapkan oleh Tuhan.

Berlakulah benar. Berlakulah benar. Berlakulah benar.

………..

Rezeki adalah urusan pribadi kita dengan Tuhan.

Tidak ada siapa pun dan apa pun yang bisa menghalangi Tuhan, jika Beliau berkehendak untuk menyejahterakan, membahagiakan, dan mencemerlangkan kita.
Maka, janganlah kita melihat ke arah orang lain, saat rezeki kita sedang terhalangi.
Marilah kita hadapkan wajah haru kita kepada Tuhan.
Memintalah dengan seluruh ketulusan untuk menyerahkan kepemimpinan hidup Anda kepada Tuhan, dan hanya kepada Tuhan.

Tuhan-lah satu-satunya penyejahtera.
Dia-lah sebaik-baiknya pemelihara.

Maka,

Marilah kita hidup sepenuhnya ikhlas dalam kebaikan.
Hanya pribadi baik yang berbakat bagi kebaikan.

………..

surat terakhir Seorang supir truk

Steamboat Montain adalah Gunung pembunuh.Setiap supir truk yang menyusuri jalan raya Alaska memperlakukanya dengan hormat,terutama dimusim dingin.Tikungan dan belokan jalan digunung itu dan tebingnya yang curam menukik tajam dari jalanan berlapis es.Tak terhitung truk dab supir truk yang tersesat disitu dan masih banyak lagi yang diyakini akan mengikuti jejak terakhir mereka.
Dalam suatu perjalanan dijalan raya itu,aku bertemudengan Royal Canadian Mounted Plolice(Polisi Kanada)dan beberapa mobil derek,menarik sisa sebuah mobil  menaiki tebing terjal.Aku memarkir truk ku dan m enghampiri sekelompok supir truk yang diam mengawasi mobil hancur yang mulai muncul dari jurang.
Salah seorang polisi menghampiri kami dan berkata perlahan,”Saya minta maaf,”katanya,”Sopirnya sudah meninggal saat kami menemukanya.Ia pasti melampaui jalan ini dua hari yang lalu waktu ada badai salju yang buruk.Tak terlihat banyak jejak.Untung kami melihat sinar matahari memantulkan logamnya.Ia menggelengkan kepalanya perlahan dan merogoh saku mantelnya.”Ini…mungkin kalian sebaiknya membaca ini.Rupanya dia masih hidup beberapa jam sebelum mati kedinginan.”
Aku belum pernah melihat polisi berlinangan airmata.Aku selalu menyangka mereka sudah sering melihat kematian dan kesusahan sehingga mereka sudah kebal rasa.Tetapi ia menhghapus air matanya saat ia menyerahkan surat itu kepadaku.Selagi aku mambacanya,aku mulai menangis.Semua supir terdiam saat membaca surat itu,lalu kembali ke truknya masing-masing.Kata kata didalam surat itu terpatri dalam ingatanku,dan sekarang..bertahun-tahun kemudian surat itu masih jelas seakan aku memegangnya…dihadapanku.Aku ingin berbagi yang diceritakan surat itu dengan anda dan keluarga anda.

….Desember 1974,Istriku yang tercinta,
Tak ada orang yang ingin menulis surat seperti ini,tapi aku cukup beruntung memiliki kesempatan untuk mengatakan apa yang sering lupa ku katakan.Aku mencintaimu,sayang.Kamu sering berkelakar bahwa aku lebih mencintai truk daripada kamu karena aku lebih banyak menghabiskan waktu denganya.Aku memang mencintai mesin ini…ia baik padaku.Ia menemaniku dalam masa sulit dan tempat yang sulit.Aku selalu sapat mengandalkanya dalam perjalanan yang panjang dan ia dapat melaju cepat.Ia tak pernah mengecewakanku.Tapi,tahu tidak?Aku mencintaimu karena alasan yang sama.Kamu juga selalu menemaniku dalam waktu yang sulit dan tempat yang sulit.
Ingat truk kita yang pertama?Truk rongsokan yang selalu membuat kita bangkrut,tapi yang selalu mengumpulkan cukup uang untuk kita makan?Kamu harus mencari pekerjaan supaya kita dapat membayar sewa rumah dan bon tagihan.Setiap Sen yang kuhasilkan dipakai untuk truk,sementara uangmu memberi kita makanan dan atap untuk bernaung.
Aku ingat aku pernah mengeluhkan truk itu,tapi aku tak pernah mendengarmu mengeluh waktu pulang kerja dengan lelah dan aku meminta uang darimu untuk pergi lagi.Seandainya pun kamu mengeluh,mungkin aku tak mendengarnya.Aku terlalu terlena oleh masalahku sendiri sehingga tak pernah memikirkan masalahmu.Aku memikirkanya sekarang,semua yang kau korbankan untukku.Pakaian,liburan,pesta,teman.Kamu tak pernah mengeluh entah bagaimana aku tak pernah ingat untuk berterimakasih padamu untuk menjadi dirimu.
Saat aku duduk minum kopi bersama teman-teman,aku selalu membicarakan trukku,kendaraanku,pembayaranku.Rupanya aku lupa bahwa kamu adalah mitraku meskipun kamu tak berada bersamaku.Pengorbanan dan keteguhan hati dari pihakku dan dari pihakmu jugalah yang akhirnya membelikan kita truk baru.Aku begitu bangga dengan truk itu hingga rasanya ingin meledak.Aku bangga akan dirimu juga,tapi aku tak pernah mengatakanya.Aku menganggap kamu pasti sudah tahu,tapi andai aku melewatkan waktu untuk akan mengatakanya.Bertahun tahun selama aku mendera aspal,aku selalu tahu doamu mengiringiku.Tapi kali ini doa ini tidak cukup.Aku cedera parah.
Ini perjalananku yang terakhir dan aku ingin mengatakan semua yang seharusnya aku katakan sebelumnya.Hal yang terlupakan karena aku terlalu sibuk dengan truk dan pekerjaan.Aku memikirkan ulang tahunmu dan ulang tahun ernikahan kita yang terlupakan.Drama sekolah dan pertandingan hoki yang engkau hadiri sendirian karena aku sedang di jalanan.Aku memikirkan semua saat aku ingin menelponmu hanya untuk menyapamu,tapi tak pernah jadi.Aku memikirkan perasaanku yang damai karena tahu kamu berada dirumah bersama anak-anak menungguku.Tiap kali ada makan malam keluarga,kau selalu harus menghabiskan seluruh waktumu untuk menjelaskan kepada orang tuamu mengapa aku tidak dapat hadir.Aku sibuk mengganti oli;aku sibuk mencari onderdil;aku sedang tidur karena harus berangkat pagi-pagi esoknya.Selalu ada alasan,tapi rasanya sekarang alasan itu tak begitu penting.
Waktu kita menikah,kamu tak tahu cara mengganti lampu.Tapi,setelah beberapa tahun,kamu mampu memperbaiki perapian selagi badai,sementara aku menunggu muatan di florida.Kamu menjadi montir yang cukup baik,membantu memperbaiki,dan aku bangga sekali akan dirimu waktu kamu melompat ke dalam truk dan mundur melindas rumput mawar.Aku bangga akan dirimu saat aku masuk ke halaman dan melihatnu tidur di mobil menungguku.
Apakah itu jam dua subuh atau jam dua siang,kamu selalau kelihatan seperti seorang bintang film bagiku.Kamu cantik sekali.Mungkin aku tak mengatakanya akhir-akhir ini,tapi kamu memang cantik.Aku banyak berbuat kesalahan dalam hidupku,tapi seandainya aku pernah mengambil satu keputusan bagus,itu adalah saat aku melamarmu.
Kamu tak akan pernah bisa mengerti apa yang membuatku terus mengemudi truk.Aku juga tak mengerti,tapi itulah cara hidupku.Masa susah,masa senang,kamu selalu ada.Aku mencintaimu,Sayang,dan aku mencintai anak-anak.Tubuhku sakit,tapi hatiku jauh lebih sakit.Kamu tak akan hadir saat aku mengakhiri perjalanan ini.Untuk pertama kalinya sejak kita bersama,aku benar-benar sendirian dan aku takut.Aku sangat membutuhkanmu,dan aku tahu sudah terlambat.Lucu juga ya,tapi yang kumiliki hanyalah truk ini.Truk terkutuk ini yang mengatur hidup kita begitu lama.Baja rongsok tempatku hidup selama bertahun-tahun.Tapi truk ini tak dapat membalas cintaku.Hanya kamu yang bisa.Kamu beribu mil jauhnya,tapi aku merasakan dirimu bersamaku disini.Aku dapat melihat wajahmu dan merasakan cintamu dan aku takut melakukan perjalanan terakhir ini sendirian.Katakanlah pada anak-anak bahwa aku sangat mencintai mereka dan jangan ijinkan mereka bekerja sebagai supir truk.Mungkin cuma itu,manis…Ya Tuhan,aku betul-betul mencintaimu.Jagalah dirimu dan ingatlah selalu bahwa aku mencintaimu melebihi segala yang ada dalam hidup ini.Aku cuma lupa mengatakanya.

Aku mencintaimu
Bill

belajar manasik haji

————————————————————————————————————-————————————————————————————————————-————————————————————————————————————–————————————————————————————————————-————————————————————————————————————-Anak-anak TK Negeri 2 Loa Bakung Samarinda (si buah hati ) sedang mengikuti latihan Manasik haji

Gambar gambar diambil di Masjid Islamic Center Samarinda 21 November 2009

letak kebahagiaan

sesuai bidangnya

ANDA HARUS BERHASIL, WALAU PUN APA PUN

Anda memampukan diri untuk bekerja dengan keprimaan, dalam keadaan apa pun, walau apa pun.

Katakanlah,
Saya akan ijinkan penolakan, menerima perendahan, dan bahkan akan saya ikhlaskan penghinaan kepada saya,
kalau itu akan menjadikan saya bersungguh-sungguh untuk memuliakan diri saya.

Yakinilah bahwa apa pun yang terjadi, terjadi dengan ijin Tuhan,
dan bahwa yang terjadi adalah untuk memuliakan Anda,
dan jika Anda tidak menyukai suatu kejadian – itu karena Anda belum menyesuaikan sikap Anda dengan yang terjadi;
tetapi Anda tahu pasti bahwa kebaikan dan atau keburukan yang terjadi, terjadi untuk memuliakan Anda.

Anda mengetahui, bahwa
Keburukan yang terjadi, tetapi yang menjadikan Anda lebih baik – adalah sebetulnya kebaikan.

………..

Rencanakanlah yang akan Anda lakukan, dan lakukanlah yang telah Anda rencanakan.
Sulit bagi Anda untuk menemukan orang yang dalam rencana keberhasilannya ada rencana keberhasilan bagi Anda.
Maka, Anda harus merencanakan keberhasilan Anda sendiri. Kemudian pastikanlah bahwa Anda menjadi pelaksana yang bersungguh-sungguh dari rencana-rencana Anda.

Janganlah membiasakan diri untuk menyusun rencana, dengan kesadaran yang penuh bahwa Anda tidak akan melaksanakannya.

Ingatlah,

Orang yang kehilangan hormat kepada rencana-rencananya sendiri, akan kehilangan kepercayaan kepada haknya bagi masa depan yang berkualitas.

………..

Bagaimana jika harus sama atau berbeda

  • Jika Anda harus sama, sama-lah dengan yang hebat.
  • Jika Anda harus berbeda, berbeda-lah dari yang buruk.

Anda adalah pribadi yang dilahirkan sebagai jiwa yang bebas, maka bebaskanlah diri Anda untuk berkembang menjadi sekuat dan seberkualitas mungkin – bagi kemanfaatan yang memuliakan murid dan semua jiwa yang Anda layani.
Anda bebas untuk menyamakan diri dengan para pendahulu kita yang mencapai kecemerlangan dalam karir pengajaran, atau dengan mereka yang menampilkan keprimaan diri dan profesionalisme dalam bidang-bidang pelayanan masyarakat yang lain.

Tidak ada kerendahan dalam menyamakan diri dengan mereka yang hebat.

Yang menyedihkan bagi kita yang hatinya penyayang, adalah orang yang mempertahankan sikap dan cara-cara lama yang telah terbukti tidak memuliakan diri dan kehidupannya.
Janganlah kesungguhan kita untuk hanya menjadi berbeda dari orang lain, meminggirkan kita pada penggunaan cara-cara yang dihindari oleh mereka yang lebih berbakat bagi keberhasilan.

Samailah mereka yang baik dan hebat, dan bedakanlah diri Anda dari mereka yang lamban dan pengeluh.

Menjadi Bintang

Untuk menjadi seorang bintang,
jadilah yang pertama
untuk mendukung ide dan pendapat orang lain,
untuk membantu,
untuk menghasilkan,

dan

jadilah yang terakhir
untuk meragukan, dan
untuk menyerah.

Dan

Bila yang kita lakukan adalah kebaikan,
maka kebaikan akan menemukan jalannya bagi kita.

Mario Teguh

Lakukan yang terbaik untuk dunia

Manusia kadang berlakutidak wajar dan tak masuk akal dan egois

Namun,cintailah mereka

Jika engkau berbuat kebaikan motif dan ambisimu akan turut dipertanyakan

Namun,lakukanlah kebaikan

Jika engkau meraih kesuksesan teman palsu dan musuh sejatilah yang kau dapatkan

Namun,raihlah kesuksesan

Kebaikan yang kau lakukan hari ini akan dilupakan esok hari

Namun,berbuatlah

Kejujuran dan keterusterangan kadang membuatmu mudah diperolok

Namun,Jujur dan berterusteranglah

Manusia kadang berpura-pura lemah dan menjadi pengekor mereka yang sukses

Namun,berjuanglah untuk mereka yang lemah

Apa yang kau bangun bertahun tahun bisa hancur dalam sekejap

Namun,teruslah berkarya

Manusia yang memang butuh pertolongan mungkin malah menyerangmu jika kau bantu

Namun,bantulah mereka

sumber”puisi karya Kasyif Majeed &Ali Asad Hemani”